TUGAS
SOFTSKILL 1 “IMPLEMENTASI KOMPUTASI”
NAMA : EKANOVITA
INDRIWATI
NPM : 58412100
KELAS : 4IA23
MATKUL : PENGANTAR
KOMPUTASI MODERN
DOSEN : Dr.
RINA NOVIANA, SKom,. MMSI
Latar
belakang
Komputasi bermula karena tidak ada alat hitung yang
dapat menghitung dalam jumlah besar pada zaman dahulu kala, namun seiring
perkembangan zaman fungsi dari sebuah komputasi bertambah bukan hanya untuk
menghitung namun juga untuk memperagakan simulasi, pemrosesan data yang banyak,
membantu manusia dalam membuat keputusan dan lainnya.
Implementasi
Komputasi dalam bidang Fisika
Komputer adalah alat serbaguna yang saat ini
pemanfaatannya banyak dilakukan hampir disegala bidang. Pemakaian perangkat
lunak komputer dalam bidang fisika diantaranya untuk membantu pemecahan masalah
matematik, statistik, dan pemodelan. Perangkat lunak komputer yang umum dipakai
untuk pemecahan model matematis adalah bahasa tingkat tinggi( high level
language) diantaranya Pascal, Fortran, C dan C++, ADA,Visual Basic dan
lain-lain. Untuk dapat memakai bahasa tingkat tinggi sang programmer dituntut
kemampuan merancang program dengan logika yang tepat dan efisien.
“ALGORITMA TREE BERHIRARKI
UNTUK KOMPUTASI PARTIKEL FISIKA.”
Simulasi partikel N-Bodi telah banyak digunakan untuk
mempelajari berbagai sistem fisika seperti fisika plasma, fisika akselerator,
sistem dinamika molekuler dan astrofisika yang menggunakaninteraksi antar
partikel sebagai dasar komputasinya. Walaupun perkembangan teknologi
komputermemungkinkan untuk mensimulasi banyak partikel yang berinteraksi secara
elektrostatik ataupungravitasi, tantangan untuk mengembangkan algoritma dari
komputasi tersebut masih terbuka. Telah dikembangkan metode tree berhirarki
yang lebih baik daripada metode titik jala sehinggaorde komputasinya mencapai O (N
log N). Pada makalah ini dibahas implementasi yang efisien dari algoritma tree berhirarki
menggunakan teknik quick-sorting untuk penpartisi domain partikel
pada pembentukan tree dan penjejakan tree dengan metode Breath
First Search dalam menghitung gaya pada partikel .
Implementasi
Komputasi pada bidang Geologi
Implementasi komputasi modern dalam bidang Geologi adalah GIS. Geographic information system (GIS) atau Sistem Informasi Berbasis Pemetaan dan Geografi adalah sebuah alat bantu manajemen berupa informasi berbantuan komputer yang berkait erat dengan sistem pemetaan dan analisis terhadap segala sesuatu serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di muka bumi. GIS lebih dikenal sebagai software tools, misalnya: ArcInfo, MapInfo, AutoCadMap, Grass, dan masih banyak lagi. Dengan tools yang sama maka GIS berkaitan dengan proses dan presentasi peta-peta skala kecil (peta LandUse, Kehutanan), sedangkan LIS berkaitan dengan peta-peta skala besar, yaitu peta bidang-bidang tanah (land parcels).
GIS berbeda dengan sistem informasi pada umumnya
dan membuatnya berharga bagi perusahaan milik masyarakat atau perseorangan
untuk memberikan penjelasan tentang suatu peristiwa, membuat peramalan
kejadian, dan perencanaan strategis lainnya. GIS memungkinkan untuk
menggambarkan dan menganalisa informasi dengan cara pandang baru, mengungkap
semua keterkaitan yang selama ini tersembunyi, pola,
dan kecenderungannya.
Untuk mendukung suatu Geographic information
system (GIS), pada prinsipnya terdapatdua jenis data, yaitu:
a.
Data spasial
Data yang berkaitan dengan aspek keruangan dan
merupakan data yang menyajikan lokasi geografis atau gambaran nyata suatu
wilayah di permukaan bumi.
Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, atau pun gambar dengan
format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam
bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu.
b. Data non-spasial
Data non-spasial disebut juga data
atribut, yaitu data yang menerangkan keadaan atau informasi-informasi dari
suatu objek (lokasi dan posisi) yang ditunjukkan oleh data spasial. Salah satu
komponen utama dari Geographic information system (GIS) adalah
perangkat lunak (software).
Contoh Tentang Aplikasi GIS
Untuk Kegiatan Pemantuan Budidaya Pertanian.
Sebagai contoh dengan penggunaan aplikasi GIS kita
dapat mengetahui keadaan tanaman, parameter tanah, informasi mengenai
lingkungan tumbuh di lapang, mendeteksi pertumbuhan tanaman, kadar air tanah
dan tanaman, hama dan penyakit tanaman, pemetaan sumber daya, irigasi,
mengetahui kebutuhan pupuk, menentukan posisi lahan, monitoring
lingkungan dan lain sebgainya. GIS juga dapat digunakan
untuk membuat peta persebaran tanaman pangan dalam suatu wilayah,
peta persebaran komoditi hortikultura, jenis tanah, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar